Sorotan
Meredupnya CommunicAsia 2007
Artikel terkait

Beri Komentar

RSS Feed


Beri Rating :
Kamis, 26 Juli 2007 | 01:40 WIB

Oleh AW SUBARKAH

Boleh jadi selama ini Singapura menjadi arena untuk mengukur pencapaian perkembangan teknologi, terutama di kawasan Asia Tenggara, bahkan Asia. Namun, sepertinya kali ini berbeda ketika menyaksikan pameran teknologi komunikasi dan informasi yang sangat dikenal dengan nama CommunicAsia yang berlangsung tanggal 19-22 Juni lalu.

Tahun ini boleh jadi merupakan tahun yang sepi inovasi teknologi komunikasi, terutama yang berkaitan dengan produk telepon seluler. Nyaris tidak ada produk luar biasa yang diluncurkan sepanjang setengah tahun ini, rata-rata produk itu sudah diluncurkan tahun lalu dan tahun ini mereka lebih konsentrasi ke pasar.

Kesan ini sebenarnya sudah terlihat dalam pameran 3GSM yang berlangsung di Barcelona, Spanyol, Februari lalu. Produk yang diperkenalkan tidaklah luar biasa, konsentrasi para vendor lebih pada pengembangan jaringan yang memang sangat menentukan kinerja produk ponsel secanggih apa pun.

Ketika jaringan yang dikembangkan operator tidak siap, ponsel yang paling canggih pun saat ini tidak bisa dimanfaatkan kelebihannya. Terutama yang berkaitan dengan kecepatan akses, bahkan operator yang sudah memiliki jaringan paling cepat yang dikenal dengan high-speed downlink packet access (HSDPA) atau yang juga disebut dengan 3.5G (Generasi 3,5 yang merupakan penyempurnaan dari 3G) masih membatasi pengaksesnya.

Artinya, tak semua pelanggan yang memiliki akses ke jaringan 3G langsung bisa menikmati kecepatan 3.5G yang berkisar 1 megabit per detik (Mbps). Masing-masing operator mempunyai cara tersendiri untuk secara selektif memilih pengakses 3.5G, seperti PT Indosat dengan mengganti kartu atau XL mengubah profil pelanggannya.

Sementara kecepatan jaringan terbaik yang sudah dikembangkan kelompok GSM saat ini menggunakan teknologi LTE (long term evolution). Ini merupakan cikal bakal teknologi 4G yang dikembangkan kelompok GSM yang merupakan saingan dari 4G yang dikembangkan dari teknologi WiMAX yang ternyata juga diadopsi operator GSM.

Bahkan, dari hasil uji coba di Barcelona, Februari lalu, LTE bisa menembus kecepatan 144 Mbps pada keadaan bergerak dan 1 gigabit per detik pada saat stasioner. Kecepatan ini sebenarnya sudah memenuhi kriteria kecepatan yang dibutuhkan untuk 4G.

Karena itu, sebenarnya inovasi yang terjadi lebih pada jaringan yang tidak bisa langsung dinikmati pengguna ponsel. Selain vendor jaringan raksasa, seperti Ericsson, juga perusahaan LG yang bekerja sama dengan Nortel, dan Huawei sudah berhasil melakukan percobaan LTE.

Tentu saja untuk menggelar jaringan dengan kecepatan 4G membutuhkan waktu dan tampaknya yang menjadi konsentrasi pengembang teknologi GSM adalah bagaimana mengembangkan isi/muatan (content). Apakah hanya dipenuhi dari isi yang selama ini dijalankan pada aplikasi internet saja?

Singapura

Tidaklah mengherankan apabila pameran produk teknologi komunikasi terbesar Asia di Singapura kali ini terlihat mulai meredup dibandingkan dengan tahun-tahun sebelumnya. Bisa jadi konsentrasi vendor lebih ke jaringan sehingga handset juga tidak dipacu sampai menanti siapnya jaringan.

Meskipun demikian, tetap saja terasa ada hal yang aneh dalam pameran di enam hal raksasa Singapore Expo kali ini. Setidaknya hal ini ditandai kualitas pesertanya, dua raksasa telekomunikasi, yaitu Nokia dan Motorola, tidak lagi tampil dalam pameran bergengsi di Asia ini.

Bagaimanapun Nokia adalah produsen ponsel terbesar pertama dan Motorola kedua dunia saat ini. Ketidakhadirannya telah menimbulkan spekulasi pendapat yang bermacam-macam. Sepertinya masih ada sebab-sebab lain yang tidak terungkap di balik alasan-alasan formal.

"Kami merasa lebih efektif menyelenggarakan di negara masing-masing," kata Agus Yanti, Manajer Pemasaran Motorola Indonesia yang ditemui di acara Indonesian Cellular Show (ICS) di Jakarta, Rabu (27/6) malam.

Menurunnya kualitas pameran CommunicAsia diharapkan bisa mengobati pengunjung dari Indonesia melalui ICS—Motorola dan Nokia hadir dalam pameran ini—meski tetap saja harus diakui pameran di Singapura masih tetap lebih besar dan lebih bervariasi.

Motorola yang tahun 2005 menggelar acara besar-besaran di acara tahunan Singapura ini sekarang sama sekali tidak menurunkan timnya. Tahun lalu masih membuat acara di CommunicAsia ini sekalipun kapasitasnya sudah menurun dibandingkan dengan tahun sebelumnya.

Nokia bahkan sudah "menolak" untuk bergabung dalam pameran yang mengambil tempat di Singapore Expo ini dengan menggelar pameran sendiri di sebuah hotel di Singapura, dan bahkan tahun ini tidak lagi membuat acara "tandingan".

Penurunan peserta berkualitas ini juga terjadi pada perusahaan-perusahaan Jepang yang tahun 2005 tampil mengesankan. Sebut saja Panasonic, NEC, dan Sharp berlomba-lomba menampilkan produk inovasi yang berkaitan dengan ponsel.

Sekarang ini tinggal Sanyo yang berurusan dengan baterai dan NTT DoCoMo sebagai operator yang inovatif masih bertahan. Selebihnya perusahaan gabungan Jepang-Swedia, yaitu Sony Ericsson, meski tidak segegap gempita pada penampilan tahun 2005.

Perusahaan jaringan yang tampil adalah Ericsson, Nokia-Siemens masih mencoba menawarkan sesuatu. Adapun perusahaan jaringan Motorola tidak berpartisipasi, termasuk Alcatel-Lucent menyisakan pertanyaan.

Dari jumlah pengunjung juga menurun. Jika tahun lalu dalam pameran selama empat hari bisa menarik sekitar 67.000 pengunjung, kali ini pada pameran hari ketiga baru dikunjungi sekitar 40.000 orang dan sangat sulit untuk bisa menyamai jumlah tahun lalu pada hari terakhir, Jumat ini. Dalam pameran sepanjang Kamis (21/6) yang disaksikan Kompas juga masih terlihat sepi seperti tahun-tahun sebelumnya.

Situasi ini berlawanan dengan keinginan Pemerintah Singapura yang sejak CommunicAsia 2006 ingin memberikan layanan terbaik bagi para turisnya. Di antaranya memberikan layanan akses internet nirkabel gratis di kawasan-kawasan turis tertentu, seperti Orchard Road.

Indonesia

CommunicAsia selama ini sebenarnya menjadi ajang menarik bagi pengunjung dari Indonesia, termasuk para wartawan. Bahkan, perusahaan telekomunikasi PT Indosat kali ini membawa banyak wartawan dari berbagai daerah di Indonesia yang diharapkan bisa banyak mendapatkan pelajaran yang menarik dari acara pameran.

Direktur Pemasaran PT Indosat Guntur Siboro yang menyaksikan pameran komunikasi CommunicAsia berharap para wartawan bisa menularkan pengalamannya kepada masyarakat Indonesia. Hal ini mengingat dunia komunikasi, terutama menyangkut telepon seluler, sudah sangat memasyarakat, tetapi bidang ini sarat dengan teknologi terkini dan masyarakat sangat membutuhkan edukasi.

Hal menarik yang diungkapkan Guntur adalah fenomena telepon seluler sebagai sarana mengakses internet yang fleksibel dan saat ini kemampuannya sudah lebih cepat dari saluran telekomunikasi kabel.

"Internet wireless broadband tetap akan menjadi killer application bagi 3G, sedangkan video call ataupun video streaming hanyalah sebagai pemanis saja. Tidak semua orang mau menggunakan video call, bahkan sebagian orang merasa privacy-nya terganggu dengan video call," papar Guntur kepada wartawan.

Indosat konsisten menggunakan jaringan 3G sebagai sarana mengakses internet tanpa kabel. Bahkan, pada setiap BTS 3G atau Note B sudah memiliki kapasitas koneksi HSDPA atau 3.5G (generasi 3,5).

"Sekarang jaringan HSDPA kami sudah mencakup 16 kota di Indonesia, dan ke depan kami akan memperkuat jaringan HSDPA kami hingga dua setengah kali yang ada sekarang, termasuk menggelar jaringan HSUPA (high-speed uplink packet access) yang kecepatannya bisa mencapai 7,2 Mbps," ungkapnya. (KOMPAS)

1 Komentar
Halaman  1  
Merieta Koo | 2008-06-11 09:15:08
aku pengen punya motorola v3xx deh... Tuhan akan memberikannya untukku...TQ Lord...
Beri Komentar

Security Code
Sorotan
Ponsel Lokal Berjuang Meraih Citra Positif
Fakta tidak adanya industri dalam negeri yang mampu memasok komponen berkualitas menyulitkan hadirnya ponsel yang benar-benar buatan Indonesia.
Perkembangan Teknologi Baterai Ponsel
Ibarat darah di tubuh kita, baterai di peralatan elektronik termasuk ponsel, sangatlah vital. Teknologi baterai telah mengalami evolusi.
Menambah Informasi Geografi Digital
Meraih Peluang Kedua Kemajuan Internet
Bakrie Telecom Calon Raksasa Baru?
Berita
RIM Masuk Facebook
Research In Motion luncurkan BlackBerry Asia Fan Page di Facebook.
Sorotan
Pamerkan video favorit ke penerima telepon
Operator keasyikan meraup keuntungan ring back tone, yang hanya bisa memamerkan lagu pilihan ke nomor tujuan. Padahal, ada yang lebih canggih! Anda bisa memamerkan video pilihan ke nomor tujuan, yang bisa diganti-ganti sesuka hati
© 2007 - Sinyal - All rights reserved -- Developed by Kompas Cyber Media